Monday, 4 February 2013

Dinas Perkebunan Tabalong, Kalimantan Selatan, membentuk klaster pengolahan karet di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak untuk membantu petani menghasilkan produk bahan olahan karet berkualitas.

Pembentukan klaster pengolahan karet, ujar Kadis Perkebunan Tabalong, Muhammad Mugeni, Selasa, merupakan kumpulan semua pelaku usaha dimulai dari petani karet serta pelaku usaha terkait lainnya seperti koperasi dan gabungan kelompok tani.

"Tujuan utama pengembangan dan penguatan klaster pengolahan karet untuk memberdayakan petani menghasilkan produk bokar yang bermutu sesuai standar," kata Mugeni.

Pembentukan pasar transit program klaster karet diresmikan Selasa di halaman Balai Desa Kasiau Raya Kecamatan Murung Pudak oleh Bupati Tabalong, Rachman Ramsyi.

Bupati mengatakan petani karet Tabalong harus bisa menghasilkan produk karet yang mempunyai daya saing yang kompetitif dengan dan pangsa pasar yang luas.

"Sektor perkebunan di Tabalong diharapkan bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat Tabalong karena itu mutu karet kita harus bisa bersaing dengan pasar luar," ucap Bupati.

Saat ini Tabalong memiliki luas areal kebun karet sebesar 61.521 hektare dengan luas tanaman yang produktif seluas 40.544 hektare dengan rata-rata produksi 42.206 ton per tahun.

Untuk klaster pengolahan karet di Tabalong saat ini tercatat tiga kelompok tani masing-masing Desa Kembang Kuning Kecamatan Haruai, Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta dan Desa Kasiau Raya Kecamatan Murung Pudak. sumber : ciputra news

1 comment: